Law & Crime

Jonru dijual di OLX (source: kaskus.co.id)

Bukan jonru namanya kalau tidak gerak cepat memanfaatkan setiap moment apapun untuk menyebarkan kontroversi yang membuat sebagian dari kita geleng-geleng kepala.

Yang terbaru, Berita duka berpulangnya Ketua KPU Pusat, Bapak Husni Kamil Manik pun jadi bahan sindiran jonru, memancing para pengikutnya ikut memberi beragam komentar, yang seharusnya tak pantas diucapkan oleh siapa saja yang memiliki akal sehat.

Berikut beberapa sceen capture komentar-komentar miring terkait meninggalnya Bapak Husni Kamil Manik:



Dan, inilah balasan para netizen untuk jonru dan pengikutnya:







Pak jonru segeralah tobat, bapak nggk mau kan mati dalam keadaan penuh kebencian? Ajal itu kapan aja bisa menjemput, kritik itu boleh, tapi pak jonru sudah melenceng jauh dari cara mengkritik orang lebih dekat ke menjatuhkan seseorang. (Vj Thomas)


Balasan Netizen Atas Komentar Jonru Terkait Berpulangnya Husni Kamil Manik

#PrayForTurkey


Aksi tiga pengebom bunuh diri di bandara Ataturk, Turki, Rabu 29 Juni 2016 mengguncang dunia. Perbuatan keji tersebut sempat terekam CCTV dan sudah beredar di media sosial.


Dilansir CNN, Rabu (29/6/2016), gambar adegan pertama menunjukkan seorang pria berjaket hitam berjalan masuk ke arah bandara. Dia terlihat tergesa-gesa. Tak lama kemudian, dia terjatuh dan seperti menjatuhkan sebuah barang. Laporan saksi menyebutkan, pria tersebut sudah ditembak oleh polisi setempat sampai terjatuh dan kesakitan. Lalu, orang-orang di sekitar pria tersebut berlarian.


Gambar kedua menunjukkan ledakan di sebuah ruangan di bandara. Saat itu, banyak orang yang berdiri di dalam area tersebut. Api pun berkobar dan para pengunjung bandara berhamburan.



Gambar ledakan ketiga seperti di dekat area check in bandara. Orang-orang langsung berhamburan keluar gedung seperti melihat pengebom. Tak lama berselang, bom pun meledak.


Sejauh ini, korban tewas tercatat 36 orang dan 147 orang lainnya mengalami luka-luka. Sebagian besar korban tewas merupakan warga Turki, namun terdapat juga warga negara asing. Sayangnya, belum diketahui pasti jumlah warga asing yang tewas.

Serangan bom ini memicu penundaan seluruh penerbangan di bandara Ataturk, yang merupakan salah satu bandara tersibuk di daratan Eropa. Presiden Recep Tayyip Erdogan menyerukan perang bersama secara internasional untuk melawan teror.

Ataturk merupakan bandara terbesar di Turki dan juga pusat transportasi bagi warga asing. Berbagai gambar di media sosial menunjukkan para korban luka tergeletak di lantai, baik di dalam maupun di luar gedung terminal.

Perdana Menteri Turki Binali Yildrim menuding Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) bertanggung jawab atas serangan teror ini. Serangan ini dianggap mirip dengan ledakan bom bunuh diri yang didalangi militan ISIS di bandara Brussels, Belgia pada Maret lalu, yang menewaskan 16 orang. Pada saat yang hampir bersamaan, serangan teror terkoordinir juga melanda salah satu kereta bawah tanah Brussels dan menewaskan 16 orang lainnya. (mad/faj)

Begini penampakan kengeriannya;











Rekaman CCTV Detik-detik Mengerikan 3 Aksi Bom Bunuh Diri di Bandara Ataturk Turki

Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina, Pasutri pembuat vaksin palsu di Bekasi
Sindikat pemalsu vaksin untuk balita diungkap Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri. Dari sembilan pelaku, terdapat pasutri atau pasangan suami istri, yakni Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina.

Sejoli ini diduga sebagai produsen dan otak sindikat pembuatan vaksin palsu. Keduanya ditangkap di kediaman mewahnya, Perumahan Kemang Regency, Jalan Kumala 2, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Di media sosial beredar foto-foto selfie pasangan suami istri itu. Beredar juga foto Rita berpose di depan mobil Pajero Sport warna putih.

Komandan Regu Satpam Perumahan Kemang Regency, Eko Supryanto membenarkan foto-foto tersebut merupakan sosok Hidayat dan Rita. Keduanya dikenal warga sebagai pasangan yang santun dan religius.

"Iya benar itu foto mereka. Orangnya baik banget, rajin ibadah," ucap Eko saat dihubungi Liputan6.com di Bekasi, Kamis (23/6/2016).

Eko mengatakan, Rita dan Hidayat memang telah lama tinggal di kompleks elite tersebut. Hidayat pernah bekerja sebagai tenaga medis di pabrik otomotif kawasan MM2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi. Sedangkan istrinya, Rita, adalah mantan bidan rumah sakit ternama di Bekasi.

"Kalau suaminya mengaku pernah kerja sebagai mantan pengawas. Terus disuruh berhenti dari kerjaannya sama istrinya. Katanya sih untuk buka bisnis saja. Kalau istrinya sempat jadi bidan. Kalau enggak salah dua tahun yang lalu," kata dia.

Senada dengan Kristanto, tetangga yang tinggal tak jauh dari rumah itu mengaku mengenal pasangan Hidayat-Rita sebagai orang yang baik.

"Suaminya ramah banget, ke mana-mana suka tegur sapa. Ia rajin pergi ibadah. Kalau istrinya, saya enggak terlalu kenal. Soalnya dia kan ibu rumah tangga, jadi jarang kelihatan," ucap dia.

Kristanto pun terkejut mendengar kabar penangkapan itu. Namun, dia menyerahkan kasus pemalsuan vaksin ini kepada pihak berwajib.

Sindikat pemalsuan vaksin bayi ini memproduksi vaksin tetanus, BCG, campak, dan polio. Vaksin tersebut dijual bebas ke sejumlah rumah sakit dan klinik yang ada di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bekasi.


Ini Awalnya:
Update tentang vaksin palsu dari Kemenkes:

Berita tentang jaringan sindikat pembuat vaksin palsu:











Inilah Pasutri Pembuat Vaksin Palsu di Bekasi; Santun, Religius dan kaya Raya

Richard Sukarno, salah satu eks Teman Ahok
Richard Sukarno, salah satu eks Teman Ahok menepis apa yang dilakukannya buka-bukaan soal Teman Ahok karena 'pesanan' Ormas yang berada di bawah kendali partai. Richard juga memberi penjelasan soal foto dengan atribut PDIP dan juga acara relawan Pospera saat pemenangan Jokowi di Pilpres.

"Sama sekali ini nggak. Ini gerakan moral. Saya bisa menunjukkan gambar beberapa tahun lalu saat saya antusias dengan Pak Jokowi itu. Namanya relawan kan nggak salah memakai atribut. Pakai seragam ormas partai," jelas Richard saat dikonfirmasi, Kamis (23/6/2016).

"PDIP ada simpatisan, ada kader. Semua orang punya seragam kalau suka dengan Bung Karno pasti punya," jawab dia lagi.

Richard kemudian menyampaikan dirinya memang memiliki seragam kotak-kotak karena dahulu pernah menjadi relawan. Kemudian soal seragam PDIP yang dikenakannya, keluarga dia ada yang merupakan anggota PDIP.

"Saya pribadi simpatisan bukan kader," imbuh dia.

Dia lalu menuturkan, soal ormas Pospera. Dahulu, dia pernah menjadi relawan dalam program kartu keluarga sejahtera.

"Dari situ saya ketemu teman saya yang namanya Eko. Katanya, 'bang kita ada mainan baru'. Kata saya mainan apa itu? Eko bilang ngapain ikut Kemensos yang nggak ada uangnya, orang ngerjain mainan Teman Ahok ada uangnya. saya tanya gimana caranya? Namanya temen ahok itu menjalankan sejuta KTP. Gimana kalau kita buat warga yang mau beli formulir KKS kita salin bersama formulir Teman Ahok," ujar Richard mengungkapkan awal mula bergabung.

Dia mengaku kemudian akhirnya bergabung dengan teman ahok karena mendapat laptop, printer, dan uang gaji Rp 2,5 juta.

"Kalau dapat KTP segini dibayar segini, kalau dapat berapa lagi dapat bonus lagi, udah kayak MLM. Teman Ahok kan katanya transparan, saya baru tahu relawan itu dibayar. kalau bisa merekrut KTP sebanyak-banyaknya nggak perlu cari KTP lagi nanti jadi koordinator," tutur dia. (detik.com)

Cerita Eks Teman Ahok yang Anggap Gerakan Kumpul KTP Cuma Mainan Buat Cari Duit




21/06/2016 13:12:34 WIB
Edisi Sumber Waras Tempo sertakan dokumen2 yg lengkap, 3 edisi reklamasi (pusing 7 keliling, amuk reklamasi & duit reklamasi) gak ada

21/06/2016 13:14:36 WIB
Dlm lip reklamasi, Maj Tempo tdk rilis dokumen Pergub izin, yg di situ sdah ada kontribusi tambahan: bangun rusun, rumah pompa, dllnya

21/06/2016 13:16:09 WIB
Dgn tidak rilis dokumen Pergub izin reklamasi, Tempo bawa opini: kebijakan 15 % dr NJOP Ahok tdk punya dasar hukum

21/06/2016 13:17:28 WIB
Pdhal 15 % dr NJOP itu sdah ada di Pergub dgn istilah kontribusi tambahan, mau DIPERKUAT dgn Perda yg gagal krn suap itu

21/06/2016 13:19:44 WIB
Maj Tempo jg tdk beberkan dokumen2 mana izin2 pulau yg sdah ditdd zaman Foke, mana zaman Ahok, kalah sama detikcom ?

21/06/2016 13:21:28 WIB
Pulau Aguan itu izin pelaksanannya zaman Foke loh, kok dikaitkan ada suap dgn Ahok? Jg tdk digugat, begitulah klu dokumen2 tdk dirilis

21/06/2016 13:22:59 WIB
Izin2 yg dikeluarkan ahok via Pergub sdah mensyaratkan kontribusi tambahan, yg belum kena kan Aguan, ini yg mau ditarik via Perda

21/06/2016 13:28:00 WIB
sejak thn 90, pengembang di daratan di atas 5000m2, 20% tanahnya hrus dibangun rusun, masa pengembang reklamasi cma 5%? Ahok tambah 15%!

21/06/2016 13:29:40 WIB
Makanya klu 15% dr njop ahok dituduh tdk ada dasar hukum, barter, korupsi, maladministrasi, ini mengada2 ?? rilis dokumen makanya bos ??

21/06/2016 13:32:16 WIB
Jadi, klau 3 liputan tempo soal reklamasi dibandingkan lip sumber waras: jauh (bukan krn edisi SW terkesan bela Ahok), bedanya: dokumen2

21/06/2016 13:35:06 WIB
Bagaimana kita bisa tahu kesaksian orang itu benar atau bohong? Verifikasi ke sumber2 & saksi2 lain, jg dukungan dokumen2 & bukti2

21/06/2016 13:40:29 WIB
Apalagi narsum Tempo ini diketahui rekam jejaknya sbg penipu, jg disebut2 angg tim ses lawan, makanya perlu narsum&saksi pembanding & bukti

21/06/2016 13:50:25 WIB
Klu narsum & saksi lain sdh bantah kesaksian dia, tdk ada dokumen, kok ngotot sbg laput? Tempo punya alibi, krn sdah diperiksa KPK. loh

21/06/2016 13:51:39 WIB
Dgn diperiksa oleh KPK, apakah sdah jd jaminan kesaksian dia benar? Knp langsung meloncat? Knp tdk ada dukungan sumber2 lain & dokumen2?

21/06/2016 13:53:18 WIB
Liputan Tempo "duit pengembang" tdk meyakinkan, sumber tunggal, tdk didukung sumber2 lain & dokumen2, dimuat hanya krn sdah diperiksa KPK

21/06/2016 13:59:15 WIB
Tapi Teman Ahok & Teman2 Ahok kan cuma sasaran antara, Opini Tempo di paragraf terakhir jelas: Basuki bisa kena gratifikasi. Ini golnya ????

21/06/2016 14:00:45 WIB
Apa opini tempo cuma mau ketok bel: ada penyusup di teman ahok, ada teman ahok hitam & putih, tp lebih jauh: Ahok bisa kena gratifikasi

21/06/2016 14:02:32 WIB
Teman Ahok & teman2 Ahok bukan penyelenggara negara, kok Tempo bermain di opini Basuki bisa kena gratifikasi? Pokoknya ujung2nya hrus Ahok

Apa bedanya liputan Tempo tentang Sumber Waras dan Teman Ahok? by @GunRomli

20/05/2016 07:06:59 WIB
Yang suka ngarang bakal tumbang. Tempo sekalipun. Kalau sudah sadar ngarang soal barter sebaiknya minta maaf. Bukan mbulet2 mlipir2 ga jelas

20/05/2016 07:11:21 WIB
Pertama soal barter tempo bilang berasal dari KPK.Dia mau bilang bhw KPK suka bocor.Tp begitu KPK bantah bilang sumbernya bukan KPK tp valid

20/05/2016 07:13:02 WIB
Framing tempo soal pembayaran kewajiban di depan juga aneh.Kewajiban bayar di depan beda loh dengan pengurangan nikai kontribusi atau diskon

20/05/2016 07:14:31 WIB
Kita ga ada urusan loh Tempo mau dukung apa engga. Ada di seberang pun ga masalah . Itu fair. Tapi klo fitnah ya harus diproses.

20/05/2016 07:17:17 WIB
Ada prosedur untuk menggugat media2 yang suka ngarang. Ahok punya hak untuk menempuh jalan itu. Anggap aja ini konsekuensi, ya kan

20/05/2016 07:20:01 WIB
Kita juga siap loh berseberangan dengan semua media kalau alasannya karena ga ada placement iklan. Memang ga bakal ada selama Gubnya Ahok.

20/05/2016 07:25:20 WIB
Mediasi sih biasa aja. Lumrah. Tapi yg salah kudu minta maaf. Ga bisa loh mediasi tanpa minta maaf. Udah nonjok trus damai begitu aja

21/05/2016 19:34:44 WIB
Beberapa hari ke depan yg menarik itu bukan ahok vs cagub. Tapi Ahok vs Tempo. Kita lihat siapa yg terkapar

21/05/2016 19:43:17 WIB
Kali ini ngarang soal barter. Vs ahok pula. Coba kita lihat ujung drama ini..



Yang Suka Ngarang Bakal Tumbang, Tempo Sekalipun. by @datuakrajoangek


18/06/2016 20:46:36 WIB
1. Studi sy dikomunikasi massa & hukum. Saya pernah praktisi. Kini Content Director di Sosmed, antara lain.  Sbg pembelajaran, Opini Kontra

18/06/2016 20:49:47 WIB
2. Opini (OKO), yg dilakukan @KPK_RI  thdp kel Saipul Jamil, adalah OKO amat mentah dan jilat ludah sendiri krn pernah bcr korupsi di atas

18/06/2016 20:54:46 WIB
3. Rp1M baru ranah @KPK_RI . Diakui atau tdk pimpinannya "gagap" krn kasus RSSW. Mengapa hrs gagap jika hati nurani jadi acuan?

18/06/2016 20:59:13 WIB
4. Dugaan sy @KPK_RI  gagap krn di kasus RSSW ada nama Wantimpres sesuai srt penawaran pawrtama tanah itu ke Pemda DKI, yakni Jan Darmadi

18/06/2016 21:00:05 WIB
5. Pertanyaan sy ke ahli tata negara spt @Yusrilihza_Mhd  apakah Wantimpres punya hak imunitas? Shg @KPK_RI gagap?

18/06/2016 21:01:15 WIB
6. Bila tidak ada hal imunitas Jan Darmadi hrsnya dipanggil @KPK_RI , apalagi beredar di media Kartini Mulyadi hy terima Rp 300an M. Sisa

18/06/2016 21:03:01 WIB
7. Sisa Rp 400an M lagi ke mana, apkh dugaan Jan Darmadi memainkan peran di angka itu? Hg di sinilah agaknya komisioner @KPK_RI  gagap&gugup

18/06/2016 21:04:05 WIB
8. Apalagi Jan Darmadi ditengarai selain sbg Wantimpres, ia pendana terbesar kedua Partai Nasdem. Artinya dpt dukungan politik, dan @KPK_RI

18/06/2016 21:05:46 WIB
9. @KPK_RI  jiper! Maka perlu OKO, sygnya OKO dibuat mentah sekali akibatnya bkn citra positif tp justeru kian nyungsep. Demikian telaah sy.

18/06/2016 21:06:44 WIB
Demikian ada 9 telaah sy akan OKO @KPK_RI  dan RSSW  Silakan dibaca. Thx

KPK Gagap Dalam Kasus RSSW Karena Ada Nama Wantimpres?


18/06/2016 07:57:42 WIB
Saya mau cerita pagi ini. Tentang seorang pathological liar. Bohong itu sudah jadi bagian hidupnya. Keren banget kalau merangkai cerita

18/06/2016 08:00:50 WIB
Ada banyak org terpandang dan kredibel yang bisa menjadi saksi bahwa org ini adalah seorang pathological liar. Tukang kibul ulung

18/06/2016 08:04:15 WIB
Saya gatel cerita ini karena tempe ngotot banget ngulik2 CN dan Teman Ahok berbekal cerita karangan orang ini. Ya perang ajalah sekalian

18/06/2016 08:06:12 WIB
Saya adalah salah satu yg tertipu.. Tapi uniknya semua korban tipu2nya hampir semua kemudian kenal dan terhubung. Jadi cerita2 belakangan

18/06/2016 08:09:15 WIB
Orang kita sebuat saja AB. Pernah bekerja di Indopacific edelman, Rajawali Garuda Emas, Fleishman Hillard, dan terakhir di Cyrus Network

18/06/2016 08:12:20 WIB
Sekitar okt 2014 org ini datang nangis2 ke saya. Ngaku lagi terkena tumor atau kanker di punggungnya. Dia liatin, memang ada benjolan

18/06/2016 08:18:12 WIB
Karena kanker ini dia harus menjalani terapi yg berat.Sehingga ga akan bisa optimal bekerja di kantornya, FH.  Jadi mungkin dia harus resign

18/06/2016 08:19:28 WIB
Saya sih polos2 aja. Ekspresi dan ceritanya cukup meyakinkan. Lagian saya juga dah kenal dari tahun 2009. Meski ga dekat2 amat

18/06/2016 08:22:39 WIB
Sebenarnya ga lama abis itu, ada org kantornya, mantan sespri wapres yg ngasih tau saya soal org ini. Tp ceritanya ga detil. Kode2 halus aja

18/06/2016 08:24:50 WIB
Jadi saya anggap itu sebagai info aja. Ga terlalu sy tanggapi. Sempat buruk sangka, jangan2 saingan di tempat kerja. Sy percaya AB kanker

18/06/2016 08:26:31 WIB
Apalagi si AB datang ke saya dlm keadaan lbh kurus dari biasanya. Dan ada benjolan di punuknya. Brenti ngerokok, dan makan vegetarian

18/06/2016 08:29:09 WIB
Saya terima kerja di kantor. Sy buatkan divisi baru. Dia yg pimpin. Saya modalin. Di kantor waktu lbh fleksibel. Dia jg bisa sambil terapi

18/06/2016 08:41:24 WIB
Jadi november itu, sebelum resmi jadi salah satu direktur. Sebelum timnya terbentuk, sy minta dia nyiapin sebuah proposal. Nov 2014

18/06/2016 08:43:43 WIB
Itung2 sekalian ngetes. Bisa ga ini orang diandalkan. Bisa ga menuangkan ide2 yang berasal dari diskusi kita. Menurut sy hasilnya bagus

18/06/2016 08:45:24 WIB
Si AB ini memang produktif sekali kemudian menghasilkan proposal. Sy juga salut. Tapi ya sebagian besar ga gol. Biasalah. Namanya jg usaha

18/06/2016 08:49:47 WIB
Nanti tempe bakal ngotot bikin cerita dari proposal dia tahun 2014 ini. Ya nanti kita cerita hal lain soal duduk perkara yang ini

18/06/2016 08:51:08 WIB
Selang berapa bulan ini anak udah makan daging lagi. Udah ngerokok lagi. Pas ditanya.. Katanya stress, katanya ga bisa mikir klo ga ngerokok

18/06/2016 08:51:50 WIB
Waktu itu sih udah mulai curiga juga. Apalagi ga ada lagi cerita soal terapi2an. Mungkin udah cape ngarang cerita

18/06/2016 08:53:17 WIB
Sekitar september-oktober 2015 saya iseng ngeliat pembukuan keuangan divisi dia. Agak kaget dan kaya disambar petir. Sy jarang sih periksa2

18/06/2016 08:55:03 WIB
Ada puluhan kali penarikan uang yg janggal. Approval dari dia, yang terima juga dia. Dan cash. Walah.. Mulai curiga

18/06/2016 08:57:00 WIB
Dia saya panggil. Saya menjelaskan dan mempertanggungjawabkan pengeluaran2 itu. Dia ngarang begini dan begitu. Ga bisa pertanggungjawabkan

18/06/2016 08:59:02 WIB
Saya kecewa sekali. Karena dia sudah saya anggap teman. Sebelum memecat sy datangi bosnya sebelumnya di FH. Biar dapat cerita soal org ini

18/06/2016 09:00:19 WIB
Barulah di situ terkuak semua sepak terjangnya sebagai pathological liar. Jadi kecurigaan ini memang terjawab sudah.Memang tukang tepu ulung

18/06/2016 09:02:25 WIB
Ternyata di Edelman statusnya dipecat. Karena double job dan ketahuan. Ada balasan invoice masuk ke email kantor edelman dari pekerjaan lain

18/06/2016 09:56:51 WIB
Oh ya. Terakhir si AB ngaku sekarang lg kerja untuk sandi uno dan buat bupati batang.

18/06/2016 09:57:51 WIB
Silahkan publik menilai nanti. Layak ga itu orang jadi narsum. Apa motivasi tempe. Dan ngapain kaya org kalap ngancem2 dari sebulan lalu

18/06/2016 09:59:52 WIB
ini juga momentum untuk semua org yg pernah dikerjain dan diancem tempe untuk bersuara. Mau dibiarkan sampe kapan? Sy sih nothing to lose

18/06/2016 10:12:23 WIB
Udah dulu buat hari ini yah. Saya mau ajak anak jalan2 dulu.

Fitnah Lanjutan #JatuhTempo Kpd @TemanAhok